Kemagnetan dan Transformator
A.
Kemagnetan
Magnet
adalah benda yang menarik benda logam (besi, baja, nikel, dan kobalt). Magnet
juga menghasilkan medan magnet di sekitarnya. Medan memengaruhi benda lain yang
bersifat magnetik.
Setiap magnet memiliki dua kutub, utara (N) dan selatan (S).
Kutub berbeda saling tarik, kutub sama saling tolak. Magnet bekerja aktif saat
kita dekatkan ke benda magnetik.
Magnet banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Kita
menemukan magnet di kulkas, kompas, dan motor listrik. Magnet membantu
menempelkan, mengarahkan, dan menggerakkan benda dengan mudah.
Garis Gaya Magnet
Sifat garis gaya magnet
1. selalu keluar dari kutub utara menuju
kutub selatan
2. tidak saling berpotongan
3. garis gaya magnet yang lebih rapat lebih
besar gaya tariknya
Jenis-Jenis Magnet
Sebelum membahas
materi magnet kelas 9 Kurikulum Merdeka, perlu diketahui bahwa magnet berasal
dari bahasa
Yunani, yaitu magnitis lithos.
Magnesia ini merupakan jenis batu, namun juga merujuk pada wilayah di Yunani
(sekarang Manisa di Turki).
Berikut ini jenis-jenis magnet.
1. Magnet
Alami
Pertama-tama, terdapat jenis magnet alami yang berada
di alam lantaran terbentuk secara natural. Oleh karena itu, pembentukannya
tidak berurusan dengan manusia yang ada di sekitarnya.
Contoh magnet alami adalah batu-batu magnet
yang dahulu ditemukan di Magnesia, salah satunya lodestone.
2. Magnet
Buatan
Berbeda dari yang pertama, magnet buatan
melibatkan campur tangan manusia. Biasanya magnet ini dibuat dari logam seperti
besi atau baja.
Bentuk-bentuk
Magnet
Tidak semua benda dapat ditarik oleh magnet. Hanya benda
dengan susunan partikel elementer magnet dan teratur yang akan memiliki sifat magnet.
Adapun tahapan pembuatan magnet dipisahkan menjadi tiga
macam cara, yaitu;
1. Penggosokan, bagian benda yang digosok terakhir akan menjadi kutub yang berlawanan dengan kutub penggosoknya.
3.
Elektromagnetik
(dialiri arus searah/DC), kutub yang dihasilkan tergantung arah arus
listrik dari sumber arus baterai
Ditinjau dari sifat
kemagnetannya ada 2 yaitu, magnet permanen dan magnent sementara.
1. Magnet Permanen
Adapun magnet permanen tetap memiliki daya magnet
lama setelah dibuat. Ia bekerja tanpa arus listrik. Contohnya ada pada pintu
kulkas, speaker, dan motor listrik.
2. Magnet Sementara
Magnet sementara hanya aktif saat berada di medan
magnet lain. Saat medan hilang, ia kehilangan kemagnetannya. Contohnya paku
atau klip kertas yang menempel pada magnet besar.
Magnet Elementer
Magnet elementer
adalah magnet-magnet kecil berukuran atom yang menyusun suatu bahan magnetic,
bertindak sebagai bagian terkecil magnet.
Perbedaan pada bahan
baku magnet
1.
Besi: : magnet elementer mudah
diatur menjadi magnet namun setelah menjadi magnet mudah kembali acak atau
magnet sementara.
2.
Baja : magnet elementer sukar diatur menjadi magnet namun setelah menjadi
magnet sukar kembali acak atau magnet tetap/permanen
Sifat-Sifat Bahan Magnetik
Bahan-bahan memiliki sifat magnetik yang berbeda
tergantung pada susunan atom dan momen magnetnya. Beberapa bahan bisa menjadi
magnet kuat, sementara yang lain hanya tertarik lemah atau bahkan ditolak.
Sifat bahan magnetik tersebut, yaitu:
1. Feromagnetik
Feromagnetik adalah benda-benda yang punya ciri khas dapat
ditarik oleh magnet secara kuat. Adapun contoh feromagnetik bisa dipantai dari
barang logam, misalnya nikel, baja, besi, dan kobalt.
2. Paramagnetik
Paramagnetik merupakan suatu benda yang masih dapat ditarik
perlahan oleh magnet karena kekuatan tarikannya cenderung lemah. Contoh benda
paramagnetik adalah lithium dan magnesium.
3. Diamagnetik
Adapula jenis benda diamagnetik yang sama
sekali tidak dapat ditarik oleh magnet. Barang itu mencakup perhiasan seperti
perak, tembaga, maupun emas.
Pemanfaatan Magnet dalam
Berbagai Bidang
Kemagnetan dan pemanfaatannya menjadi informasi
yang cukup dekat dengan kita. Beberapa di antaranya dapat kita jumpai dalam
kehidupan sehari-hari, yaitu :
1. Pemanfaatan Magnet di Bidang Teknologi
Kemagnetan dan pemanfaatannya dalam produk teknologi dapat
kita temukan di lingkungan kita sehari-hari. Di antaranya kompas, generator, komputer, dan lemari es (kulkas).
2. Pemanfaatan Magnet di Bidang Kesehatan
Bukan hanya menunjang teknologi, magnet juga
kerap dimanfaatkan dalam bidang kesehatan untuk mengukur medis tertentu.
Contohnya Magnetic Resonance Imaging (MRI) yang memindai
dengan gelombang radio dan medan magnet.
3. Pemanfaatan Magnet di Bidang Transportasi
Kemagnetan dan pemanfaatannya dalam bidang
transportasi juga bisa kita temukan di sekitar kita. Misal motor listrik yang menggunakan sistem elektromagnet untuk
menghasilkan medan magnet, sehingga energi gerak bisa diubah ke listrik.
4. Pemanfaatan Magnet di Bidang Pertanian dan Peternakan
Dinukil dari Master Magnetics, mereka
punya produk yang bisa memisahkan material curah serta butiran logam tertentu. Manfaat magnet ini membersihkan
logam berbahaya dan mencegah komoditasnya terjangkit penyakit.
B.
Transformator
Transformator atau yang biasa disebut dengan trafo adalah komponen listrik yang tersusun dari inti, kumparan primer, dan sekunder yang dapat memindahkan dan mengubah energi listrik dari satu atau lebih rangkaian listrik ke rangkaian listrik lainnya. Hal ini karena transformator memiliki magnet yang bergandengan dan prosesnya menggunakan prinsip induksi elektromagnetik.
Prinsip
kerja transformator
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, transformator
bekerja dengan prinsip induksi elektromagnetik. Transformator menggunakan
induksi bersama atau mutual induction antara dua rangkaian yang terhubung
dengan fluks magnet.
Transformator secara sederhana terdiri
dari dua buah kumparan yang secara listrik terpisah, tetapi secara magnet
dihubungkan oleh alur induksi. Dua kumparan pada transformator tersebut
menghasilkan induksi bersama yang tinggi. Apabila salah satu kumparan pada
transformator dihubungkan ke sumber tegangan bolak balik, akan timbul fluks
bolak balik di dalam inti besi dan kumparan yang lainnya pun akan terhubung,
sehingga menimbulkan GGL (gaya gerak listrik) induksi. GGL induksi yang
dihasilkan transformator sesuai dengan induksi elektromagnet dari hukum
Faraday.
Fungsi utama transformator adalah untuk menurunkan dan
menaikkan listrik AC. Transformator bisa digunakan dalam beberapa keperluan. Di
bawah ini adalah beberapa fungsi transformator:
1.
Trafo bisa digunakan dalam rangkaian
radio dan televisi.
2.
Trafo juga dipakai dalam sistem
instrumen listrik karena memiliki kemampuan untuk meningkatkan atau menurunkan
tegangan dan arus listrik.
3.
Trafo tenaga biasa dipakai dalam
pemakaian daya dari rumah tangga, pembangkit, transmisi, dan distribusi tenaga
listrik.
Karakteristik
transformator
Berikut ini beberapa karakteristik transformator:
1.
Terdiri dari sebuah inti yang
terbuat dari besi berlapis dan dua buah kumparan, yaitu kumparan primer dan
kumparan sekunder.
2. Kumparan pada transformator terbuat
dari tembaga dan melilit kaki inti transformator.
3. Jumlah kumparan dan tegangan pada
bagian input dan output transformator berbeda, sesuai dengan fungsinya untuk
menaikkan jumlah tegangan atau menurunkan.
4.
Pada transformator terdapat inti
besi untuk mempermudah jalan fluksi yang ditimbulkan arus listrik melewati
kumparan.
5. Dalam transformator juga terdiri
dari pendingin trafo, perubah tap, alat pernapasan, dan indikator.
Jenis-jenis
transformator
Sesuai dengan fungsinya, transformator terdiri dari dua
jenis, yaitu transformator step up dan step down. Berikut ini penjelasannya:
1. Transformator
step up
Transformator step up berguna untuk menaikkan tegangan.
Dengan begitu, tegangan dari kumparan sekunder akan lebih besar dibandingkan
tegangan dari kumparan primer atau input. Sehingga bisa ditulis V2 > V1.
Sementara itu, pada lilitannya, kumparan sekunder lebih
banyak dibandingkan kumparan primer, dapat ditulis dengan N2 > N1. Sehingga,
pada transformator step up memiliki aliran kuat arus yang lebih besar di bagian
kumparan primer daripada di bagian kumparan sekunder (I1 > I2)
2. Transformator
step down
Sebaliknya dari transformator step up, transformator step down akan menurunkan tegangan, sehingga tegangan pada kumparan sekunder lebih kecil daripada kumparan primer (V2 < V1). Dengan begitu, jumlah lilitan pada kumparan sekunder pun akan lebih kecil daripada jumlah lilitan pada kumparan primer (N2 < N1).
Rumus yang digunakan dalam materi transformator cukup
sederhana. Apabila jumlah lilitan pada kumparan primer (N1), jumlah lilitan
pada kumparan sekunder (N2), dan tegangan primer (V1), serta tegangan sekunder
(V2), masing-masing mendapatkan aliran arus listrik sebesar I1 dan I2, maka
persamaannya adalah:
V1 = tegangan primer
(volt)
V2 = tegangan sekunder
(volt)
N1 = jumlah lilitan
primer
N2 = jumlah lilitan
sekunder
I1 = arus primer
(ampere)
I2 = arus sekunder
(ampere)
P1 = daya masukkan
atau input (watt)
P2 = daya keluaran
atau output (watt)
ɳ = efisiensi
transformator (%)
Contoh
soal transformator
1. Sebuah
transformator step down dengan efisiensi 80% mengubah tegangan dari 1000 volt
menjadi 200 volt dengan daya keluaran 40 watt. Tentukan kuat arus primer
transformator tersebut!
3. Sebuah transformator mempunyai kumparan primer
dan sekunder dengan jumlah lilitan masing-masing 500 dan 5000, dihubungkan
dengan jaringan bertegangan arus bolak-balik 220 V. Berapakah tegangan keluarannya?
Hitunglah tegangan outputnya.
6.
Perhatikan gambar ilustrasi transformator berikut
Dari gambar ilustrasi di atas,
pernyataan yang benar adalah…
A. Trafo I =
trafo step down, karena Ns > Np
B. Trafo I =
trafo step up, karena Vs < Vp
C. Trafo II
= trafo step down, karena Vp < Vs
D. Trafo II
= trafo step up, karena Np < Ns
7. Berikut adalah gambar skema transformator motor ideal dengan
data-datanya.
Jika kuat arus yang mengalir pada menghambat R sebesar 4 Ampere, berapa arus listrik yang mengalir pada kumparan primer.
8.
Trafo dengan daya tegangan primer (input) 50 W
dengan daya tegangan sekunder (output) 40 W. berapa nilai efisiensi trafo?
9. Berapa nilai arus sekunder pada
trafo dengan efisiensi 75%, tegangan primer 220 V, tegangan sekunder 100 V, dan
arus primer 1 A.
10. Diketahui
trafo step up mengubah tegangan 25 V menjadi 250 V. Pada kumparan sekunder
dihubungkan dengan lampu 50 Watt, 250 V. Jika kuat arus listrik kumparan primer
2 A, tentukan efisiensi trafo tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar